Kemarin adalah pertemuan pertama di kelas Akuntansi Pajak. Aku ambil matkul pilihan Akuntansi pajak karena konsentrasiku di Pajak. awal masuk kelas ini aku merasa asing dengan dosennya. Jelas ajah bukan dosen akuntansi di kampusku. Beliau adalah Bapak Otto Budihardjo, MM, Ak, CPMA, BKP, orang IKPI cabang Malang. Kuliah hari itu begitu semangat sekali, mungkin pengajarnya dari IKPI langsung. Cara ngajarnya juga asyik, orangnya sendiri bilang kalau ga bisa diem kalau ngajar, ya emank benar ngajarnya udah kek setrikaan, sering mondar mandir (pusing paak yang ngliatin..hoho). But it's Ok, mahasiswanya jadi ga bikin ngantuk dan bosan. Kebetulan mata kuliahnya pas siang hari dan kalau siang2 biasanya aku suka ngantuk. hehehe,,
Aku tertarik dengan apa yang dijelaskan oleh pak Otto bahwa dalam Alquran itu juga menjelaskan tentang ilmu akuntansi. Ya itulah hebatnya dan menariknya agama Islam yang telah mendapatkan mukjizat alquran yang merupakan kunci dari segala jenis ilmu pengetahuan. Semua ilmu sudah diatur di dalamnya sebagai rambu2 kehidupan manusia.
Dalam Surat Al-Baqoroh ayat 282, yang merupakan ayatnya akuntan, karena menjelaskan tentang kewajiban untuk mencatat semua transaksi ekonomi (akuntan banget kan,,hehe) :
"Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu’amalah (melakukan transaksi ekonomi) tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah mengajarkannya, maka hendaklah ia menulis, dan hendaklah orang yang berhutang itu mengimlakkan (apa yang akan ditulis itu), dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya, dan janganlah ia mengurangi sedikitpun daripada hutangnya. Jika yang berhutang itu orang yang lemah akalnya atau lemah (keadaannya) atau dia sendiri tidak mampu mengimlakkan, maka hendaklah walinya mengimlakkan dengan jujur. Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang lelaki (di antaramu). Jika tak ada dua orang lelaki, maka (boleh) seorang lelaki dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang kamu ridhai, supaya jika seorang lupa maka yang seorang mengingatkannya. Janganlah saksi-saksi itu enggan (memberi keterangan) apabila mereka dipanggil; dan janganlah kamu jemu menulis hutang itu, baik kecil maupun besar sampai batas waktu membayarnya. Yang demikian itu, lebih adil di sisi Allah dan lebih menguatkan persaksian dan lebih dekat kepada tidak (menimbulkan) keraguanmu. (Tulislah mu’amalahmu itu), kecuali jika mu’amalah itu perdagangan tunai yang kamu jalankan di antara kamu, maka tidak ada dosa bagi kamu, (jika) kamu tidak menulisnya. Dan persaksikanlah apabila kamu berjual beli; dan janganlah penulis dan saksi saling sulit menyulitkan. Jika kamu lakukan (yang demikian), maka sesungguhnya hal itu adalah suatu kefasikan pada dirimu. Dan bertakwalah kepada Allah; Allah mengajarmu; dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu" (QS. Al Baqoroh: 282)
dari ayat tersebut sudah jelas sekali bahwa dalam Islam memerintahkan kita untuk selalu melakukan pencatatan yang bertujuan untuk kebenaran, keadilan dan dan keterbukaan antara 2 pihak yang melakukan transaksi. Dalam bahasa akuntansinya disebut dengan Accountability.
Ya,,harusnya sebagai seorang akuntan harus didasarkan dengan agama. Kalau gak, ntar jadinya kayak Gayus,,heehe. Karena dia ga memahami dengan baik dan benar ayat ini. Memang dalam transaksi ekonomi, peluang untuk melakukan penyimpangan sangatlah besar. Karena itu dalam akhir ayat tersebut disebutkan "Dan bertakwalah kepada Allah; Allah mengajarmu; dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu". Dari ayat tersebut mengisyaratkan bahwa Allah memerintahkan agar selalu bertakwa kepadaNya (takut kepada Allah) dalam menjalankan apapun. Tak terkecuali dalam melakukan pencatatan akuntansi.

11 komentar:
Islam memerintahkan kita untuk selalu melakukan pencatatan yang bertujuan untuk kebenaran, keadilan dan dan keterbukaan antara 2 pihak yang melakukan transaksi. ---> semoga diamalkan oleh semua umat Islam. Amin.
Selamat malam.... ikutan mampir kesini :)
yup, dalam Al-Qur'an sudah diterangkan semua aspek kehidupan manusia, kita tinggal mempelajarinya :D
btw, kuliah di mana sist Malang-nya?
salam kenal
@ bu reni : amiiinn, :)
@adek shasa : slmat malam :) trima kasih udh mampir :)
@pety : yup,,betul,,betul,,betul,,:)
di UMM sist,,,di mlg juga kah??
lam knal juga:)
wohoo.. mhs akuntansi toh hehe
btw benul! Islam is superior and nothing can be outmaneuvered. :p
iras, apa kabar :)
baca posting ini sya jadi ingat waktu sekolah dulu juga pernah belajar hitung-hitungan di jam pelajaran agama islam. ito lho, yang belajar ngitung warisan.. :)
sai : bner bget tuh ^^
rakun: heheh,,ayooo aplikasikan ilmunya :D
makasih infonya.... tapi intinya adalah supaya kita jujur terhadap diri sendiri, orang lain, dan masyarakat luas.. hehhehe
hehe,,bner,,
jujur itu sesuatu yg mahal :D
background nisa juga dari akuntansi..
suka deh dengan ayat itu..subhanallah sekali ketika hal-hal seperti akuntansi pun sudah ditulis di Al Quran.. :)
nisa: iya,,subhanallah,,itulah hebatnya alquran :)
Posting Komentar