Rabu, 16 November 2011

Ekspresi Marah Tiap Orang Berbeda-beda

Malam ini sebenarnya ada traktiran dari temen yang lagi naik daun yang bergelut di bidang modeling. Dari jerih payahnya itu akhirnya dia bisa beli mobil sendiri. Ceritanya traktiran buat syukuran mobil barunya, baik bangett yaah. Tapi sayangnya aku gak bisa ikutan ngumpul dan menikmati traktirannya  soalnya udah ada janji dulu sama teman-teman CA UMM buat bertamasya ke rumah hantu di MOG #sok berani banget ke rumah hantu.

Ternyata eh ternyata yang siap buat pergi ke rumah hantu cuma 3 orang saja, pada cemen nie yang lainnya. Gak seru donk kalau ke rumah hantu ga rame-rame, kurang gimana gitu. Akhirnya batal deh buat uji nyali. Kecewa juga sih sebenarnya karena malam ini ga dapat dua-duanya. Rumah hantu gak, traktiran juga gak. Huuft #menghelaNapas. Ya sudahlah lupakan saja, mungkin disuruh buat postingan kali,hehehe. Sebenarnya bukan ini yang mau aku bahas, itu hanya intro yang mengandung curcol. 



Aku teringat tentang curhatan temanku sewaktu di kampus tadi, dia lagi ada masalah sama pacarnya. Bahasa ngetrendnya sekarang adalah galau,,hehe. Jadi ceritanya, hubungan temanku dan pacarnya ini lagi hambar dan sepertinya perasaan temanku ke pacarnya sudah mulai hambar. Banyak sekali permasalahan-permasalahan yang ditemuinya dan sepertnya dia sudah lelah dengan semuanya, tapi dirinya hanya bisa diam. Lalu dia mencurahkan kegalauannya berharap mendapatkan solusinya. Setelah dia menceritakan masalahnya kesana kemari, dia mendapatkan jawaban yang sama dari beberapa orang yang ditemuinya. Jawabannya adalah "meluapkan emosi". Yaa, semuanya menyuruhnya untuk marah ke pacarnya, meluapkan semuanya. Tapi sebenarnya dia ga bisa melakukan saran temennya itu, karena itu dia hanya bisa diam.

Menurutku, memang sebuah amarah ga baik jika terlalu dipendam. Amarah butuh diekspresikan dan cara mengekspresikannya tiap orang itu berbeda-beda. Ada tipe orang yang mengungkapkan amarahnya sampai meledak-ledak, biasanya diikuti dengan teriakan-teriakan, melempar benda-benda di sekitarnya sampai membanting pintu dll. Jika tidak bisa mengontrolnya, emosi akan semakin tinggi dan bisa merugikan banyak hal. Banyak juga ketika seseorang itu marah, dia cenderung menyalahkan dirinya sendiri bahkan sampai menyakiti diri sendiri. Hal ini bisa jadi karena kepercayaan diri menurun.


Ada juga yang malah diam ketika dia marah. Dia akan cenderung untuk menutupi masalahnya, akan berusaha selalu tersenyum di hadapan orang lain padahal sebenarnya dalam hati emosi sangat tinggi bahkan meledak-ledak. Sebenarnya kurang baik jika memendam emosi terlalu lama, Untuk mengatasinya bisa juga melampiaskannya pada tulisan, bisa juga menulis status2 dan biarkan orang lain membacanya. Bahkan ada juga yang mengekspresikannya dengan cara yang ekstrim, biasanya dengan mengeluarkan kata-kata tajam, umpatan. Hal ini sangat tidak baik,karena bisa menyakiti orang lain.

Hmmm,,kalau aku masuk yang berusaha menutupi amarah dan cenderung diam. Jadi jangan macam-macam ketika aku diam dalam waktu yang lama, bisa jadi saat itu aku sedang emosi di tingkat puncak,hehehe.

4 komentar:

rabest mengatakan...

iyapz!emang beda2..kadang ekspresi kita juga terlihat aneh bagi diri kita sendiri kalo lagi diinget2, hehe


#curcol :P

norma mengatakan...

hahah,,iya yahh,,soalnya kitanya gk sadar pas lgi marah :D

Danu mengatakan...

Biasanya sih saya diam aja kalo marah masalahnya teman saya malah takut kalo ngeliat saya diam terus, "nakutin" katanya. tau tuh nakutin model gimana

norma mengatakan...

hhaha,,,
saya juga serem kl liat org diam terus gituu,,
gk enak juga kl dicuekin :(

 

Life's Journey Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea