Rabu, 30 November 2011

Suka Duka Roommate

Punya teman sekamar di kost atau asrama, memang terlihat asyik dan menyenangkan. Karena ga bakalan kesepian. Tapi jangan salah, tinggal sekamar dengan teman, kadang justru banyak menimbulkan masalah. Jangankan yang baru kenal, yang bersahabat sejak lama pun bisa saja banyak masalah-masalah yang timbul.


Teringat awal pertama kali nyari kost-kostan. Salah seorang teman Ibu menawari agar aku sekamar dengan anaknya, maksudnya sih biar lebih hemat karena dipake berdua. No no no, aku langsung menolak. Untuk sebagian orang mungkin kamar adalah privasi, tempat melepas lelah dan menghibur diri setelah seharian beraktivitas. Hal itu juga berlaku padaku. Aku kurang begitu nyaman kalau harus berbagi kamar. Mungkin karena di keluarga sudah terbiasa dengan kamar sendiri-sendiri. Maklum cuma 2 bersaudara, cewek dan cowok lagi, jadi kamar harus terpisah. Mungkin juga karena aku orang yang suka menyendiri dan sangat membutuhkan privasi. Apalagi untuk belajar dan mengerjakan tugas. Harus benar-benar sendiri dan sepi untuk bisa konsentrasi.

Banyak resiko yang harus diambil kalau memutuskan untuk memilih sekamar berdua. Jika sudah lama tinggal sekamar, akan muncul ego masing-masing dan akhirnya membuat situasi kamar yang tidak nyaman. Belum lagi kalau kebiasaan-kebiasaan teman sekamar yang tidak menyenangkan akan membuat semakin tidak betah untuk tinggal di kamar itu. Bisa jadi yang satu orangnya bersihan, dan yang satunya orangnya jorok sembarangan. Hal itu juga bisa timbul masalah. 

Sebenarnya aku mau menceritakan tetangga sebelah kamarku yaitu mbak kostku yang tingal sekamar berdua. Mereka berdua beda 1 tingkat di atasku. Sejak SMA memang mereka selalu bareng, dan rumahnya pun berdekatan. Mungkin karena itu mereka lebih pilih tinggal sekamar. Awalnya sih aku mengiranya selama ini mereka baik-baik saja dan hampir tidak terihat ada masalah. Namun akhir-akhir ini aku baru tahu kalau salah satunya sering banget dongkol dan kecewa ma sikap room matenya setelah dia curhat semuanya ke aku. (kayaknya aku buka praktek curhat ajah ya ). Dia sering merasa sakit hati karena sikap temannya yang moody banget. Kadang temannya terlihat baik-baik saja dan ceria seperti biasanya, kadang bisa berubah 100%. Tiba-tiba saja ga ada angin ga ada hujan bisa diam tanpa kata, tak menegur juga. Aku yang tetangga kamarnya juga merasa dongkol kalau sudah begitu. Apalagi teman sekamarnya, pasti ga nyaman banget didiemin gitu.

Aku memberinya saran untuk pindah kamar atau pilihan lainnya yaitu bilang dengan baik-baik bahwa sikapnya   membuat tidak nyaman. Tapi dia lebih memilih diam dan membiarkan itu semua, karena merasa tidak enak. Yah beginilah kalau punya sifat tak enakan atau sungkan kalau orang jawa bilang. Tak enak buat bilang ini itu, takut orangnya begini begitu, dan akhirnya kita sendiri yang membatinnya. Ahhh aku benci sifat kayak begitu, karena akupun juga begitu .

Balik lagi ke masalah teman sekamar. Tentunya kita ga mau kan merasa ga nyaman di kamar sendiri, seperti yang aku bilang di atas, kamar itu tempat melepas lelah. Jadi kita harus bisa meminimalisir timbulnya konflik. Salah satunya yaitu dengan komunikasi. Karena dengan komunikasi, orang akan tahu apa yang kita rasakan. Coba bandingkan kalau hanya diam dan dipendam, orang lain bukanlah dukun yang bisa menebak apa yang ada di pikiran dan hati kita.

Sebenarnya bukan hanya komunikasi saja yang diperlukan untuk menjadikan rasa nyaman dengan teman sekamar. Untuk yang lainnya, aku bahas di postingan selanjutnya aja deh, biar ga terlalu panjang ntar (bilang ajah biar ada bahan buat postingan berikutnya )

8 komentar:

RizqanConan mengatakan...

wuiiih,,buka praktek curhat rupanya,,jam brpa aja tuh bukanya Mba,kali aza pas kebetulan galau n pengen curhat,,ehehe

Sinto mengatakan...

sip kadang memang ada yang di sukai teman sekamar tapi kita tidak suka itulah salah satu kelemahan jika kita sekamar berdua hiihiiihi

norma mengatakan...

rizqan: hahahha,,,ayoo,,ayo kl mw curhat,,,,
keknya sering galau tuuhh :p

zhintho: heheheh,,iya,,makax sy tdak suka kl skmar berdua :D

Firman mengatakan...

No Comment :)

zasachi mengatakan...

mmg benar, dperlukan toleransi ketika qt memutuskan berbagi kmr dgn org lain..
syukurnya aq sdh sgt terbiasa, mulai hdp di pondok, ngekost kuliah jg berbagi kmr, sampe msk asrama marine station jg berbagi kmr. Yg nm nya mslh selalu ada, syukurnya selama yg aq jalani dpt dselesaikn dgn baik...

norma mengatakan...

firmansyah: :)

mbak za: waahh,,,bnyak pnglaman nie mbak :)

RizqanConan mengatakan...

Jiaaah,,,Galau saya bukan galau biasa Mba,,hehehe

norma mengatakan...

waahh keren yaahh,,galaunya galau luar biasa,,,
excelent sekali :p

 

Life's Journey Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea